CERITA INSPIRASI DARI ORANG LAIN

Posted on September 15th, 2010 by daniar.af10.
Categories: Academic.

Nama    : Daniar Azilia Fanani

NRP      : G14100090

Laskar : 3


Tak Pernah Ada Kata Terlambat


Ada banyak orang yang telah menginspirasi saya bahwa tak pernah ada kata terlambat untuk yang namanya belajar dan meraih cita-cita. Tak pernah ada kata terlambat untuk menjadi apapun yang kita inginkan. Ada orang berpendapat bahwa usia 62 tahun adalah usia yang sangat telat untuk mencapai sebuah cita-cita. Kita tak perlu mencapai usia 62 tahun untuk percaya bahwa usia ini sangat telat untuk meraih sebuah mimpi. Pada kenyataannya, ada pemuda yang baru berusia 26 tahun ketika perasaan terlambat itu hinggap. Suatu saat pemuda tersebut diajak temannya untuk masuk universitas. Tapi aku terlalu tua? dalihnya. Setiap orang LULUS ketika mereka berusia 22 tahun, sementara aku sudah berusia 26 dan belum memulai apapun.

Lalu temannya berkata, Dalam empat tahun ke depan, kamu akan empat tahun lebih tua baik kamu kuliah atau tidak. Manakah yang kau pilih, empat tahun lebih tua dengan gelar, atau empat tahun lebih tua tanpa gelar?? Kata-kata tersebut mengubah pandangan si pemuda. Ia tiba-tiba menyadari bahwa ia tak pernah terlalu tua untuk meraih mimpinya. Jadi, ia mulai kuliah. Setelah memompa semangatnya dan menyingkat masa studinya menjadi tiga tahun, ia berhasil meraih gelar yang ia idamkan, lalu memutuskan untuk melanjutkannya hingga jenjang yang lebih tinggi. Lihatlah, tak ada kata terlambat kecuali kita tidak memulai apapun.

Banyak para ilmuwan dan orang-orang terkenal yang baru menyelesaikan bahkan baru memulai maha karyanya ketika berusia di atas 70 tahun. Misalnya dua ratus tahun lalu negarawan Roma, Cato, mempelajari bahasa Yunani pada usia 80 tahun. Goethe Mahakaryanya, belum sempurna hingga ia berusia 80 tahun. Dan Michelangelo berusia 71 tahuh ketika ia melukis Kapel Sistine.
Luigi Cornaro, seorang terpelajar dari Venesia, mulai menulis geriatrik pada usia 83 tahun. Di era modern, seorang filosof besar, ahli matematik, dan pecinta perdamaian, Bertrand Russell, berpartisipasi dan ditahan dalam sebuah demonsttasi anti nuklir ketika ia berusia 89 tahun. Dan tentu saja kita tak bisa melupakan Nenek Moses, yang mulai melukis di usia 80. Tahukan anda bahwa sekitar 25% lukisannya yaitu sebanyak 1,500 lukisan dibuatnya setelah ia berusia 100 tahun? Kemudian ada Henry Little, seorang Presiden Direktur dari The Institution for Savings di Newburyport, Massachusetts, memutuskan untuk pensiun sehingga orang yang lebih muda bisa mengambil alih. Tuan Little pensiun ketika ia berusia 102 tahun! Orang lebih muda yang ia maksud ternyata berusia 83 tahun.

Mereka semua sangat berhasrat tinggi dalam melakukan apa yang meraka kerjakan. Hasrat atau passion adalah sumber energi dan membuat seseorang tetap awet muda, sebagaimana yang ditulis Benjamin Franklin, Mereka dengan cinta mendalam tak pernah tua, mungkin saja mereka meninggal karena usia tua, tapi sesungguhnya mereka mati muda.

Mereka juga menyadari, bahwa lebih baik menjadi 70 tahun lebih muda daripada berusia 40 tahun, sehingga mereka tidak membiarkan usia menghambat mereka untuk mengejar mimpi. Mereka memahami bahwa tak ada kata terlambat untuk mulai mengerjakan sesuatu, dan saat ini lah waktu untuk bertindak. Tidak seperti King Richard II, mereka tidak pernah berkeluh kesah, Aku menyia-nyiakan waktu, dan sekarang waktu lah yang menyia-nyiakan aku.

Pelajaran lain yaitu ketika peluang muncul, mereka terjun ke dalamnya. Memang, pasti ada resiko di dalamnya, tapi mengapa kita takut akan kehidupan? Kematian, mungkin, tapi tidak dengan kehidupan. Rita Coolidge menyadari pentingnya hal ini ketika ia berkata, Terlalu sering peluang datang mengetuk, tapi saat kita melepas rantai, melepas gembok, membuka kunci dan mematikan alarm pencuri, saat itu sudah terlambat.

Satu hal, bahwa obat mujarab untuk tetap awet muda adalah pengalaman dan pengetahuan baru yang kita dapat setiap hari. Rupanya Henry Ford merasakan hal serupa, ketika ia berkata, Siapapun yang berhenti belajar adalah kaum tua, tak peduli terjadi di usia 20 atau 80. Siapapun yang tetap belajar tidak cuma awet muda tapi tetap bernilai, tanpa memperhatikan kapasitas fisiknya.
Pada akhirnya, ada pepatah Arab yang patut dipertimbangkan, Ketika kau lihat orang tua yang ramah tamah, berwatak halus, mantap, berisi, dan mempunyai selera hmor yang baik, yakinlah bahwa kemudaan, kemurah hatian, dan kesabaranlah yang mereka miliki. Pada akhirnya mereka tidak meratapi masa lalu, juga tidak takut pada masa depan; mereka seperti waktu malam di ujung hari yang menyenangkan.

0 comments.

Cerita Inpirasi Diri sendiri

Posted on September 15th, 2010 by daniar.af10.
Categories: Academic.

Nama    : Daniar Azilia Fanani

NRP      : G14100090

Laskar : 3

Cerita Inspirasi Diri Sendiri


Perjuangan Mencari Dana Untuk Bakti Sosial


Waktu SMA dalam pelajaran Agama Islam aku dan teman-teman sekelasku diberikan tugas untuk mengadakan kegiatan bakti sosial. Kami hanya diberikan waktu kurang dari 2 bualan untuk melaksanakan kegiatan ini. Ketika itu aku dan teman-teman kelompokku berencana untuk membagikan sembako kepada orang-orang yang membutuhkan. Kami berencana untuk membagikan sembako tersebut ke pada lima belas warga. Untuk membeli barang-barang kebutuhan pokok itu kami membutuhkan uang yang cukup banyak, kira-kira 500.000 rupiah. Kami tak mungkin meminta uang sebanyak itu kepada orang tua kami. Akhirnya kami memutuskan untuk mencari dana sendiri.

Pertama-tama kami mulai mengumpulkan botol-botol bekas dari masing-masing orang, dan setiap haripun seusai pulang sekolah kami mendatangi kelas-kelas dan menelusuri seluruh penjuru sekolah untuk mencari botol bekas. Sepertinya sudah banyak sekali botol dan gelas plastik yang telah kami kumpulkan, mungkin telah berkarung-karung tapi ternyata setelah kami tukarkan botol-botol itu kepada tukang loak ternyata hanya uang tujuh ribu rupiah yang kami dapatkan.

Akhirnya karena uang yang terkumpul masih sangat sedikit kami berencana dari masing-masing orang di kelompok kami untuk berjualan. Ada yang berjualan gelang, ada yang berjualan makanan bahkan ada yang merelakan sebagian komiknya untuk dijual dan disewakan. Seusai pulang sekolah kami membantu temanku untuk membuat gelang, dan setiap pagi sebelum berangkat sekolah aku dan temanku membuat berbagai makanan untuk dijual di sekolah. Alhamdulillah banyak teman-teman sekelasku bahkan anak kelas lain yang membeli barang dagangan kami.

Beberapa hari sebelum kegiatan baksos dimulai ternyata uang yang kami kumpulkan baru sekitar 400.000. Akhirnya karena tak ada waktu lagi untuk kami mengumpulkan dana, kami pun berinisiatif untuk mengumpulkan uang dari  masing-masing. Ternyata ketika kami mengumpulkan uang itu ada, dari orang tua temanku yang mau ikut menyumbang. Alhamdulillah sisa dari uang yang diberikan oleh orang tua temanku dapat kami belikan satu paket sembako lagi. Akhirnya pada hari pelaksanaan kami dapat memberikan sembako itu kepada 16 orang warga yang membutuhkan.

Walaupun pada awalnya kami melakukan kegiatan baksos ini karena perintah guru tapi pada akhirnya kami merasa amat senang karena dapat berbagi kepada sesama dan dapat merasakan betapa susahnya mencari uang itu. Selain itu kemandirian dan jiwa kewirausahaan kami pun akhirnya terbina pada kegiatan ini.

0 comments.